Author - admin

3 orang personil kepolisian Republik Indonesia dilantik menjadi perwira angkasa melalui program kerjasama BP2 Penerbang Banyuwangi dan Polisi Udara

Banyuwangi, 18 Desember 2018
Sekolah balai pendidikan dan pelatihan penerbang banyuwangi melaksanakan pelantikan taruna dari kerjasama polisi udara sejumlah 3 orang yang telah selesai melaksanakan pendidikan ground school, simulator, dan private pilot license flight training dan telah diuji serta dinyatakan lulus oleh Direktorat kelaikan udara dan pengoperasian pesawat udara dengan kualifikasi Pilot Private License (PPL).

Pelantikan yang dilaksanakan di hangar alpha balai pendidikan dan pelatihan penerbang banyuwangi dihadiri oleh pejabat dilingkungan Polisi udara yaitu kepala sub bagian operasi Jarlat AKBP Baskoro Pramudito dan Paurlat Jarlat sub bagian jarlat KOMPOL Stefanus Timonora, serta para pejabat dari sekretaris daerah kabupaten banyuwangi, Dinas perhubungan kabupaten banyuwangi , Kapolres banyuwangi, Dandim, Danlanal banyuwangi, General Manager Angkasa Pura 2, Kacab Airnav cabang banyuwangi , dan Kepala BMKG Banyuwangi.

Dalam kegiatan pelatihan ini wisudawan terbaik yang mencapai 45 jam terbang dengan nilai rata-rata 85,25 atas nama Fajar Arung Nugroho dengan predikat baik sekali, wisudawan terbaik kemudian disematkan wing kelulusan dan samir serta piagam penghargaan oleh kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi bapak Genny Luhung Prasojo, S.S., M.M. dan dalam sambutannya beliau merasa bangga telah melantik para taruna penerbang polisi udara angkatan ke – IV dimana selama 4 tahun momen kerjasama pendidikan antara Direktorat Kepolisian Udara dan BP2 Penerbang Banyuwangi telah menghasilkan lulusan yang telah terbentuk karakter dan fisik serta terlatih dengan menggunakan pesawat latih terbaik dan para flight instructor yang handal.

Selain itu juga dalam acara tambahan terdapat penandatanganan kerjasama antara kepala balai pendidikan dan pelatihan penerbang banyuwangi dengan PT. mandiri tentang asuransi kesehatan para taruna dan pegawai di balai pendidikan dan pelatihan penerbang banyuwangi serta serah terima kembali para wisudawan kepada instansi polisi udara untuk selanjutnya akan melaporkan kegiatan pembelajaran yang telah selesai dilaksanakan di BP2 Penerbang Banyuwangi. (Penulis.Rizki Ocsera humas bp3b) (photographer. Hasyim as’ari dan made manik)

Kuliah Umum Untuk Meningkatkan Safety Management System Di BP3 Banyuwangi

Sabtu, 8 desember 2018 dalam rangka meningkatkan safety management system pada sekolah penerbangan yang berlokasi di banyuwangi maka bp3 banyuwangi menyelenggarakan kuliah umum yang diikuti oleh seluruh taruna, Aparatur sipil negara (ASN), PPNPN dan PTT di bp3 banyuwangi dengan pemberi materi Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Capt. Novyanto widadi, S. AP, M.M dengan mengusung tema “basic safety culture establishing foundation for harmonizing all transport level”.

Kegiatan dilaksanakan di aula bp2 penerbang banyuwangi dan dibuka oleh kepala balai pendidikan dan pelatihan penerbang banyuwangi Genny Luhung prasojo, S.S., M.M yang juga selaku moderator dan dilanjutkan dengan pemberian materi tentang basic safety culture (budaya keamanan dasar) oleh capt. Novyanto, dalam materinya dijelaskan bahwa safety management system adalah suatu sistem monitoring yang berupa tim atau organisasi di dalam suatu perusahaan penerbangan yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang memonitor/mengawasi kinerja keselamatan dari perawatan dan pengoperasian serta memprediksi suatu bahaya, menganalisa resiko tersebut dengan membahas perihal keselamatan secara berkala yang dipimpin oleh kepala/ Direktur Perusahaan Penerbangan sebagai pemegang komitmen safety,
Jadi penting bagi seluruh unsur untuk tetap selalu menjaga keselamatan dengan mengikuti prosedur yang ada tutur capt. Novyanto.

Dalam dunia penerbangan keselamatan adalah unsur pertama yang selalu harus dijaga oleh karena itu kegiatan refreshing seperti diklat pendek ataupun kuliah umum tentang safety management sangatlah penting bagi pilot, teknisi, instruktur, management dan segala unsur penunjang kegiatan penerbangan minimal 1 tahun sekali. (Humasbp3b)